[Verse 1]
Di pinggir hutan pondok berdiri,
Pak Ali dan Mak Labu hidup harmoni,
Namun sunyi tanpa tangis si kecil, Hati terbuka,
izin diberi dengan ikhlas hati.
[Pre-Chorus]
Lahirlah dua bunga indah berseri,
Bawang Merah baik hati, lembut budi,
Bawang Putih pula keras kepala,
Manja dibelai Mak Kundur yang curiga.
(Chorus)
Bawang Merah, Bawang Putih,
Dua tak serupa, dua tak seiring,
Namun kasih melawan dendam di hati, Kisah mereka hidup selamanya diingati.
[Verse 2]
Sengatan sembilang, Pak Ali pergi,
Mak Kundur mula mengatur strategi,
Mak Labu jatuh ke perigi gelap, Namun kasihnya tetap melimpah tak lenyap.
[Pre-Chorus]
Ikan kaloi jadi saksi cinta sejati,
Mak Kundur cuba menghancurkan hati,
Namun tulang menjadi pohon beringin,
Tempat Bawang Merah bermain dengan yakin.
[Chorus]
Bawang Merah, Bawang Putih,
Dua tak serupa, dua tak seiring,
Namun kasih melawan dendam di hati,
Kisah mereka hidup selamanya diingati.
[Bridge] Datang hulubalang, raja terpukau,
Suara merdu, buaian berayun laju,
Takdir mengubah kisah hidup mereka,
Bawang Merah jadi permaisuri dihormati semua.
[Outro]
Dendam dan kasih bergelut di jiwa,
Mak Kundur akhirnya dibuang dari negeri, Namun kemaafan permaisuri terpancar jua, Kisah ini kekal abadi, legasi rakyat sejati.
[Chorus – Repeat]
Bawang Merah, Bawang Putih,
Dua tak serupa, dua tak seiring,
Namun kasih melawan dendam di hati,
Kisah mereka hidup selamanya diingati.
